Topik 21 - Modul 2 | Mengidentifikasi Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan

Topik 21 - Modul 2 | Mengidentifikasi Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan


1. Berikut ini yang tidak termasuk bentuk dari kepemilikan kekuasaan/jabatan yang bisa mendorong seseorang menjadi pelaku kekerasan seksual adalah….
Jawaban : B. (Sumber daya energi)

2. Pernyataan di bawah ini merupakan fakta yang kerap terdengar ketika membicarakan kasus kekerasan seksual, yaitu…
Jawaban : D. (Tingginya kasus kekerasan seksual karena kurangnya edukasi mengenai hak kesehatan seksual serta reproduksi dan minimnya pengetahuan tentang kekerasan seksual, dan belum adanya kebijakan yang mengatur mengenai hal ini)

3. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terjadi peningkatan kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan sekolah selama Januari hingga Oktober 2019. Berikut pernyataan yang tidak sesuai dengan hasil survei KPAI yaitu ….
Jawaban: B. (Mayoritas pelaku tindak kekerasan seksual adalah pendidik)

4. Korban kekerasan seksual di satuan pendidikan memiliki hak yang bertujuan untuk mengubah kondisi korban menjadi lebih baik, bermartabat, serta sejahtera.
Hak-hak tersebut berpusat pada kebutuhan dan kepentingan korban, yaitu...
Jawaban: C. (Hak penanganan, perlindungan, pemulihan)

5. Cara kampanye anti kekerasan seksual di sekolah menengah yang kurang tepat yaitu…
Jawaban: C. (Menjadikan topik kekerasan seksual sebagai salah satu materi wajib di Masa Orientasi Siswa)

6. Menurut Yayasan Pulih, anak laki-laki justru seringkali tidak berani melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialami, karena….
Jawaban : C. (Malu serta takut diolok-olok atau dirundung)

7. Budaya pemakluman justru menyuburkan kekerasan seksual, sebab masyarakat sekitar menganggap sebuah kasus kekerasan seksual bukan sesuatu yang serius atau berakibat fatal. Budaya ini tumbuh karena kurangnya pengetahuan menyeluruh mengenai kekerasan seksual.
Budaya pemakluman sering kali berkaitan erat dengan...
Jawaban : C.

8. Seorang kepala sekolah terus membantah bahwa dirinya melakukan kekerasan seksual karena merasa tidak melakukan kekerasan fisik apa pun kepada siapa pun.
Dia hanya mengirimkan lelucon mesum yang ditujukan kepada salah seorang guru perempuan yang baru saja menikah di grup Whatsapp sekolah.
Mengapa kasus ini termasuk dalam kekerasan seksual daring?
Jawaban : B. (Karena lelucon mesum tersebut terjadi di aplikasi obrolan digital)

9. Korban kekerasan seksual mungkin mengalami kesulitan untuk mengingat apa yang terjadi, merasa seperti dunia di sekitar korban tidak nyata atau merasa korban tidak berada di dalam tubuhnya. Hal ini merupakan reaksi umum terhadap rasa sakit serta rasa takut yang disebut…
Jawaban : C. (Disasosiasi)

10. Pelaku kekerasan seksual di satuan pendidikan yang merupakan seorang pelajar dapat dikenai sangsi sedang dan berat. Sanksi sedang tersebut yaitu diantaranya...
Jawaban : D. (Semua benar)

11. Berdasarkan data dari KPAI, korban kekerasan seksual di satuan pendidikan semakin banyak terjadi di Sekolah Dasar, karena...
Jawaban: B. (Kurangnya pemahaman murid mengenai aktivitas seksual dan hak-hak tubuh)

12. Dampak fisik yang diderita korban akibat kekerasan seksual yakni antara lain…
Jawaban: A. (Tertular penyakit menular seksual dan penyakit ginekologis)

13. Seorang korban kekerasan seksual dapat mengalami gangguan kecemasan, gangguan stres pasca trauma, depresi, gangguan makan, gangguan disosiatif serta gangguan kepribadian. Artinya, korban tersebut mengalami dampak…
Jawaban: B

14. Pelaku kekerasan seksual tidak memiliki karakteristik tertentu mengenai identitas, pekerjaan, postur tubuh, maupun ciri lainnya. Namun, ada faktor-faktor pendorong mengapa seseorang melakukan kekerasan seksual, yaitu ….
Jawaban: B. (Tidak adanya peraturan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual)

15. Ketimpangan dalam relasi kuasa dapat berkaitan dengan...
Jawaban : A. (Gender)

16. Satuan tugas (Satgas) penanganan kasus kekerasan seksual dapat menjatuhkan sanksi administratif yang lebih berat daripada rekomendasi satuan pendidikan kepada pelaku, baik untuk pelaku pendidik maupun pelajar, apabila...
Jawaban: D. (Semua benar)

17. Seorang peserta didik perempuan menghina teman sekelasnya, sesama murid perempuan. Dia mengatakan bahwa bentuk tubuh temannya tersebut bukan seperti gadis perawan lagi. Berikut pernyataan yang tepat mengenai kasus tersebut…
Jawaban: D. (Sesama perempuan mustahil melakukan kekerasan seksual = mitos)

18. Seorang pendidik sebaiknya mempunyai pengetahuan menyeluruh mengenai kekerasan seksual, karena…
Jawaban: A. (Merupakan salah satu materi soal wajib di asesmen nasional yang harus dijawab)

Seorang murid perempuan menghina teman sekelasnya, sesama murid perempuan. Dia mengatakan bahwa bentuk tubuh temannya tersebut bukan seperti gadis perawan lagi. Berikut pernyataan yang tepat berkaitan dengan kasus di atas…
Jawaban: D. (Sesama perempuan mustahil melakukan kekerasan seksual = mitos)

11. Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI, terjadi peningkatan kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan sekolah selama Januari hingga Oktober 2019. Berikut pernyataan yang tidak sesuai dengan hasil survei KPAI adalah….
A .Anak perempuan lebih rentan mendapat kekerasan seksual daripada anak laki-laki
B. Mayoritas pelaku kekerasan seksual adalah pendidik
C. Korban paling banyak merupakan murid sekolah dasar
D. Anak perempuan dan anak laki-laki memiliki tingkat kerentanan yang sama dalam kasus kekerasan seksual






















Belum ada Komentar untuk "Topik 21 - Modul 2 | Mengidentifikasi Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel