BAB IV PROSES ENTRI - E. ROMBONGAN BELAJAR (ROMBEL)

Sebelum mengisi data pembelajaran tentunya kita harus menambahkan data rombongan belajar terlebih dahulu. Pembuatan rombongan belajar ini berlaku bagi semua jenjang. Penginputan data rombongan belajar dilakukan selambat-lambatnya setiap semester atau jika ada pembaruan. Pemilihan tingkat pendidikan pada Aplikasi Dapodik untuk SD/sederajat pilih 1–6, untuk SMP/sederajat pilih 7–9, untuk SMA/SMK/sederajat pilih 10-12, untuk SLB pilih tingkat 1–12. Rombongan belajar terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

4. Reguler

Pada menu rombongan belajar regular terdapat beberapa jenis rombongan belajar diantaranya :

● Kelas

Jenis rombel reguler diperuntukkan bagi pembentukan rombel pada umumnya yang membutuhkan seorang wali kelas dan prasarana ruang sebagai ruangan induk rombel tersebut. Pilihan jenis rombel reguler kelas akan dihitung sebagai rombel yang ada di sekolah.

● Terbuka

Jenis rombel terbuka diperuntukkan bagi sekolah yang menyelenggarakan kelas terbuka dalam proses pembelajarannya. Perbedaan rombel terbuka dengan regular adalah proses pembelajaran yang dijalankan di luar sekolah induk dengan menggunakan prasarana bukan milik atau sewa. Kelas terbuka tidak diakomodir untuk sekolah SMK.

● Kelas Jauh/Kecil

Jenis Rombel kelas jauh diperuntukkan bagi sekolah yang membuka kelas jauh untuk proses pembelajaran yang disebabkan beberapa hal. Pembentukan rombel sama dengan pada umumnya yang membutuhkan seorang wali kelas dan sarana sebagai ruangan induk rombel tersebut. Pilihan jenis rombel kelas jauh akan dihitung sebagai rombel yang ada di dapodik dan jumlahnya merupakan jumlah rombel yang ada di sekolah tergabung seperti jenis rombel kelas. 

Pada versi 2023, sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka memiliki tambahan fitur pada rombongan belajar reguler. Terdapat tombol menu Pilih Tema P5, guna pemilihan tema terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Pada menu Pilih Tema P5, sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka dapat menginputkan tema P5 yang dipilih untuk rombel tersebut. Isian tema sudah sesuai dengan jenjang pendidikan sekolah, dan panduan lengkap Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdapat pada tautan:

Rombongan belajar reguler terdapat perbedaan di setiap jenjangnya dalam tata cara input rombongan belajar. Berikut dilampirkan rombongan belajar per jenjang:

a) Jenjang PAUD (TK, KB, SPS, TPA)

Pada rombongan belajar jenjang PAUD hanya terdapat satu menu yaitu Reguler
Khusus untuk bentuk pendidikan TK memiliki 2 tingkat pendidikan, yaitu Kelompok A dan Kelompok B. Bentuk pendidikan KB, TPA dan SPS hanya memiliki 1 tingkat pendidikan sesuai dengan bentuk pendidikannya. Pada Pembelajaran, jenjang PAUD hanya memiliki 1 Jenis Mata Pelajaran yaitu Matpel Wajib Guru PAUD.

b) Jenjang SD

Perbedaan pada rombongan belajar terdapat pada pembelajaran jenjang pendidikan Sekolah Dasar, yaitu Matpel Wajib Guru SD dan beberapa matpel wajib lainnya seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, dan Seni, Budaya dan Keterampilan. Terdapat pula Matpel Wajib Tambahan seperti Muatan Lokal seperti Pendidikan Bahasa Daerah. 

c) Jenjang SMP

Rombongan belajar pada jenjang SMP terdapat pada matpel IPA dan IPS secara umum. Beserta mata pelajaran lainnya. Dan juga muatan lokal pada setiap pembelajaran.

d) Jenjang SMA

Pada rombongan belajar jenjang SMA terdapat perbedaan pada pembelajaran. Isian tabulasi Pembelajaran terbagi menjadi 2 (dua) bergantung pada kurikulum yang dipilih, Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.

Pada Kurikulum 2013 terdapat beberapa kategori yaitu Matpel Bidang Studi Wajib, Matpel Umum, Matpel Peminatan, dan Matpel Lainnya. Matpel Bidang Studi Wajib terdiri dari muatan lokal. Matpel Umum (Kelompok A) terdapat Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Sejarah Indonesia. Sedangkan Matpel Umum (Kelompok B) terdapat mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Prakarya dan Kewirausahaan, dan Seni Budaya. Matpel Peminatan/Program tergantung pada jurusan romongan belajar tersebut. Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial terdapat mata pelajaran Geografi, Sejarah, Sosiologi dan Ekonomi. Sedangkan jurusan MIPA terdapat Matematika (Peminatan), Biologi, Fisika dan Kimia. Matpel lainnya terdapat mata pelajaran Bimbingan Konseling dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Untuk Kurikulum Merdeka hanya terdapat 2 (dua) kelompok Matpel yaitu Matpel Bidang Studi Wajib dan Kelompok Umum Pilihan yang berisikan muatan lokal.

e) Jenjang SMK

Rombongan belajar pada jenjang pendidikan SMK terdapat Program/Kompetensi keahlian yang dilayani oleh sekolah. Program dan Kompetensi Pilihan akan muncul secara dropdown jika sekolah sudah menambahkan Program dan Kompetensi Keahlian pada menu Data Rinci Sekolah. 
Pada tabulasi Pembelajaran, terdapat Mata Pelajaran Umum dan juga Kompetensi Keahlian sesuai program dan kompetensi yang dibuat dalam rombongan belajar.

f) Jenjang SLB

Sekolah SLB memiliki multi jenjang mulai dari Kelompok A (TK) hingga kelas 12. Tingkatan tersebut tertera pada menu tingkatan pada saat penambahan rombongan belajar seperti pada gambar dibawah ini:

Pada Pembelajaran, jenjang SLB terdapat mata pelajar Program Khusus yang dapat dipakai oleh PTK dengan jumlah jam mengajar 4 jam/minggu

g) Jenjang Kesetaraan

Pada aplikasi Dapodik jenjang Kesetaraan terdapat 3 jenis rombel, yaitu Reguler, Daring dan Kursus.
Rombongan belajar daring khusus untuk rombongan belajar yang mengikuti program seTARA Daring. Yang perlu diperhatikan dalam rombel daring adalah Ruang, dipilih Ruang Maya. Ruang maya akan muncul jika sudah ditambahkan dalam table Ruang pada menu Sarpras.

Rombongan belajar kursus untuk rombongan belajar yang mengikuti program kursus yang dilayani oleh sekolah. Yang perlu diperhatikan dalam rombel kursus adalah Program dan Layanan Kursus yang sudah ditambahkan pada menu Data Rinci Sekolah. Dan juga tanggal mulai dan berakhirnya periode kursus per level.


a. Entri Data Rombongan Belajar Reguler

Untuk menambah data rombongan belajar regular baru, pada Aplikasi Dapodik pilih menu Rombongan Belajar lalu klik pada sub menu Reguler.

Selanjutnya pada formulir Rombel Reguler klik tombol tambah yang berada pada bagian atas laman.
Pilih jenis rombel lalu entri semua kolom pada atribut data rombongan belajar regular 


b. Entri Data Anggota Rombel

Setiap rombongan belajar yang dibentuk wajib memiliki anggota rombel. Pada Aplikasi Dapodik setiap jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB memiliki aturan pengisian jumlah anggota rombel yang sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku dalam Permendikbud. 
Untuk menambah data anggota rombel, pada menu rombongan belajar pilih salah satu kelas yang akan ditambahkan anggota rombol lalu klik tombol Anggota Rombel.

Setelah masuk dalam menu anggota rombel, terdapat pilihan jenis registrasi, tentukan pilihan registrasi terlebih dahulu. Beberapa penjelasan jenis registrasi anggota rombel adalah sebagai berikut:

● Siswa baru

Jenis registrasi ini diperuntukkan bagi siswa yang sejak awal sudah menjadi siswa baru di sekolah tersebut, namun saat ini karena pada tahap awal pengisian data, pilihan siswa baru diperuntukkan bagi siswa kelas X

● Pindahan

Jenis registrasi ini diperuntukkan bagi siswa pindahan

● Naik Kelas

Jenis registrasi ini diperuntukkan bagi siswa yang sudah naik kelas dari tahun pelajaran sebelumnya

● Akselerasi

Jenis registrasi ini diperuntukkan bagi siswa yang mengikuti kelas akselerasi yang terjadi pengubahan rombel dalam satu semester

● Mengulang

Jenis registrasi ini diperuntukkan bagi siswa yang mengulang atau tidak naik kelas

● Lanjutan semester

Jenis registrasi ini diperuntukkan bagi siswa yang rombel yang bersangkutan merupakan lanjutan dari semester sebelumnya. HANYA BERLAKU pada semester genap dengan rombel yang dilanjutkan yang berasal dari semester ganjil.

● Kembali Bersekolah

Jenis registrasi ini diperuntukkan bagi siswa yang sudah pernah keluar sekolah atau putus sekolah baik di sekolah yang bersangkutan ataupun pernah berhenti di sekolah lain.
Selanjutnya pilih salah satu atau beberapa peserta didik anggota rombel (dengan menekan tombol Shift atau Ctrl pada keyboard)

Drag data siswa yang sudah dipilih dan geser ke bagian kiri, kemudian lepaskan drag, maka data akan otomatis tersimpan sebagai anggota rombel di kelas tersebut.

Data peserta didik yang sudah dimasukkan ke dalam tabel anggota rombel di sebelah kiri, akan hilang dari list daftar peserta didik calon anggota rombel pada tabel di sebelah kanan. Lakukan langkah drag dan drop peserta didik sampai semua anggota rombel masuk ke dalam kelas yang dituju.

c. Entri Data Pembelajaran

Pembelajaran mencatat pembagian tugas mengajar guru pada setiap kelas. Pemetaan guru pada menu pembelajaran disesuaikan dengan SK pembagian beban jam mengajar yang telah diatur dan disepakati di sekolah

Berikut adalah penjelasan dari setiap kolom pada menu pembelajaran di Aplikasi Dapodik:

● Mata Pelajaran

Kolom Mata pelajaran menampilkan daftar mata pelajaran yang sesuai dengan jenis kurikulum yang dipilih pada tab rombel. Mata pelajaran yang ditampilkan dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Kelompok mapel dan daftar mapel ini berasal dari referensi, sehingga penamaannya tidak dapat diubah.

● Nama Mata Pelajaran Lokal

Nama Mata Pelajaran Lokal menampilkan nama mata pelajaran yang secara default sama dengan nama pada kolom Mata Pelajaran. Namun pada kolom ini data masih dapat diedit, yang dapat disesuaikan dengan nama mapel di sekolah masing-masing.

● Kode Mapel

Menampilkan Kode Referensi Mata Pelajaran (mapel) dan bukan merupakan kode mapel sertifikasi seperti yang tertera di InfoPTK serta kode ini tidak dapat diubah.

● PTK

Pada kolom PTK akan terdapat pilihan Daftar PTK yang akan dipetakan sesuai dengan mapel yang diampu. Daftar PTK yang ditampilkan adalah jenis PTK Guru bukan Tenaga Administrasi Sekolah. Apabila diperlukan pencarian nama PTK, silakan ketikkan minimal 4 karakter dari nama PTK tersebut, maka sistem akan mencarikan nama PTK yang dimaksud selama ada di dalam daftar PTK (Guru).

● SK Mengajar

Pada SK mengajar diisi Nomor SK Pembagian Tugas Belajar Mengajar setiap semester dari sekolah masing-masing.

● Tgl SK 

Tanggal SK diisi sesuai Tanggal SK Pembagian Tugas Belajar Mengajar setiap semester dari sekolah masing-masing.

● Jam (Jumlah Jam Mengajar)

Alokasi jumlah jam mengajar secara default akan terisi sesuai dengan kurikulum yang berlaku, sekolah tidak dapat mengubah data jumlah jam mengajar.

● Max (Maksimal)

Nilai maksimal untuk alokasi jumlah jam mengajar secara default akan terisi sesuai dengan kurikulum yang berlaku, sekolah tidak dapat mengubah data jumlah jam mengajar.

Pada menu pembelajaran, sekolah cukup mengisi pada kolom PTK, No SK mengajar dan tanggal SK. Maka untuk menambah data pembelajaran pertama kali kita pilih guru yang mengajar terlebih dahulu.

Setelah memilih data guru yang mengajar selanjutnya lengkapi kolom no SK mengajar dan tanggal SK.


d. Rombongan Belajar Kurikulum Merdeka

Dapodik versi 2023 mengakomodir program Implementasi Kurikulum Merdeka. Rombongan belajar Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Pastikan pada menu Beranda, implementasi kurikulum sekolah sudah tertera menjadi “Merdeka”.

Pada menu sekolah, sub-menu Data Rinci Sekolah, tabulasi Program Pengajaran Dilayani tambahkan program “Merdeka”.
Masuk ke menu Rombongan Belajar, tambah rombongan belajar yang mengimplementasikan kurikulum Merdeka.
Catatan: Bagi rombongan belajar yang mengalami perubahan kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum Merdeka, harap membuat rombongan belajar baru.
Pada tabulasi pembelajaran Kurikulum Merdeka, terdapat mata pelajaran Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pada matpel ini diisi oleh PTK yang mendapatkan tugas tambahan Koordinator P5.

Catatan: Koordinator P5 memiliki maksimal 6 jam per minggu yang terbagi di 3 rombongan belajar. PTK yang menjabat sebagai Koordinator P5 dapat menambahkan tugas tambahan pada Data Rinci PTK.

Kurikulum Merdeka mewajibkan mengisi data “Pilih Tema P5” pada tabulasi Pembelajaran. Pemilihan tema diisi oleh guru yang bertugas sebagai fasilitator P5. Pemilihan tema sesuai dengan Kepmendikbud 262/M/2022.

5. Ekstrakurikuler (Ekskul)

Jenis rombel ini mengakomodir kelompok ekstrakurikuler, dimana diperlukan data pembina dan prasarana untuk kegiatan ekstrakurikuler, rombel ini akan berelasi dengan data ekstrakurikuler pada tab sekolah. 

a) Pembina Ekskul

Untuk menambahkan data rombel ekstrakurikuler, pertama klik menu Ekskul.
Selanjutnya isi nama ekskul, pembina, dan ruangan

Setelah itu, guru yang mempunyai tugas tambahan pembina ekskul wajib mengisi pada sub-menu tugas tambahan (terdapat pada data rinci PTK). 

Tahapan berikutnya, buka sub-menu ekstrakurikuler yang ada di menu rincian sekolah, lalu pilih rombongan belajar yang sudah diinputkan sebelumnya, pilih jenis ekskul, nama ekskul (otomatis  terisi sesuai dengan pilihan rombongan belajar, SK ekskul, tanggal SK ekskul, dan jam kegiatan per minggu.

b) Anggota rombel

Setelah menambahkan data rombel ekskul, selanjutnya tarik data peserta didik ke dalam tabel anggota rombel ekskul. Proses penambahan anggota rombel ini caranya sama seperti rombel reguler.

6. SKS

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 158 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Satuan Kredit Semester pada Pendidikan Dasar dan Menengah Pasal 1 menyebutkan bahwa Satuan Kredit Semester selanjutnya disebut SKS adalah bentuk penyelenggaraan pendidikan yang peserta didiknya menyepakati jumlah beban belajar yang diikuti dan/atau strategi belajar setiap semester pada sekolah sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan/kecepatan belajarnya. Aplikasi Dapodik dapat mengakomodir sekolah penyelenggara SKS. Untuk jenjang yang dapat menyelenggarakan program SKS adalah jenjang SMP dan  SMA yang sudah mendapakan SK izin penyelenggaraan SKS dari dinas pendidikan setempat. Pengisian Rombongan Belajar SKS pada menu tersendiri. 
Pilih Rombongan belajar SKS lalu akan muncul tampilan seperti penginputan rombongan belajar regular.contoh rombongan belajar SKS.

a) Lampiran SK Penyelenggaraan SKS


c) Pembelajaran
Perbedaan antara jenjang SMP dan SMA penyelenggara SKS adalah pada pengisian Program Pengajaran untuk SMA sementara SMP tidak perlu mengisi. Aplikasi dapodik akan secara otomatis memfilter bagi sekolah dengan jenjang SMA program pengajaran akan muncul dan dapat dipilih, Sementara untuk SMP aplikasi Dapodik akan menonaktifkan kolom program pengajaran secara otomatis.

Proses pengisian Pembelajaran dan Anggota Rombel masih sama seperti dengan pengisian pada Rombongan belajar Reguler. Yang berbeda hanyalah pemahaman pengisian tingkat bagi Rombongan belajar SKS. Dijabarkan seperti berikut jika penyelenggaraannya sebanyak 4 semester:
(Tingkat 7_SMP dan 10_SMA) untuk semester 1
(Tingkat 8_SMP dan 11_SMA) untuk semester 2
(Tingkat 9_SMP dan 12_SMA) untuk semester 3 dan 4

Penyelenggaraan program SKS sebanyak 6 semester:
(Tingkat 7_SMP dan 10_SMA) untuk semester 1 dan 2
(Tingkat 8_SMP dan 11_SMA) untuk semester 3 dan 4
(Tingkat 9_SMP dan 12_SMA) untuk semester 5 dan 6

d) Anggota rombel

Pengisian anggota rombel untuk sekolah penyelenggara SKS sama dengan rombel reguler. 

7. Teori

Untuk pengisian kelompok mapel lintas minat, menggunakan rombongan belajar dengan jenis rombel teori dimana ketentuannya adalah sebagai berikut : 
  1. Rombel Teori khusus digunakan untuk pengisian pembelajaran kelompok jam LINTAS MINAT.
  2. Pemilihan program pengajaran pada rombel teori berdasarkan MATA PELAJARAN lintas minat yang diajarkan pada rombel tersebut, bukan berdasarkan jurusan siswa anggota rombelnya.
  3. Jumlah jam belajar untuk peserta didik tidak boleh melebihi ketentuan (invalid).
  4. satu rombel teori digunakan untuk satu mata pelajaran lintas minat yang diajarkan oleh satu guru.
Pada rombel teori mata pelajaran yang muncul di filter sesuai dengan kurikulum yang dipilih. Akan ada kondisi dimana peserta didik dari program IPS berada pada rombel teori dengan kurikulum MIPA. 

a) Peminatan

Mata pelajaran lintas minat adalah pilihan dari mata pelajaran peminatan lintas jurusan. Untuk kelas XI dan XII pilihan mata pelajaran dikurangi 1 mata pelajaran lintas minat dari pilihan waktu kelas X, dan mapel lintas minat yang digunakan melanjutkan dari pilihan kelas X

Contoh: Pada kelas X mengambil 2 Lintas minat, Sosiologi dan Ekonomi, maka kelas XI dan XII hanya tinggal Sosiologi saja atau Ekonomi saja. 
Daftar mata pelajaran pada kelompok peminatan:

1) Peminatan MIPA
a. Matematika (Peminatan)
b. Biologi
c. Fisika
d. Kimia 

2) Peminatan IPS
a. Geografi
b. Sejarah
c. Sosiologi
d. Ekonomi

3) Peminatan Bahasa
a. Bahasa dan Sastra Indonesia
b. Bahasa dan Sastra Inggris
c. Antropologi
d. Bahasa Asing
i. Bahasa Arab
ii. Bahasa Belanda
iii. Bahasa Cina
iv. Bahasa Jepang
v. Bahasa Jerman
vi. Bahasa Korea
vii. Bahasa Mandarin
viii. Bahasa Perancis

Untuk prosedur pengisiannya adalah sebagai berikut:
Klik menu teori pada sub menu di sebelah kiri, lalu klik tambah rombel.

Jika jurusan pada rombel lintas minat tidak ada, maka lakukan penambahan jurusan di menu sekolah – lalu pilih menu program pengajaran dilayani pada rincian sekolah. 

Contoh kasus:
Di sekolah A hanya ada peminatan MIPA dan IPS, tetapi ada peserta didik yang memilih lintas minat Bahasa. Maka, tambahkan program pengajaran Bahasa di menu program pengajaran dilayani.

Setelah rombel dibuat, pilih menu pembelajaran untuk mengisi jam mengajar guru. Klik tambah, pilih kelompok mata pelajaran peminatan, lalu klik tombol simpan dan lanjutkan.


Kolom isian pada tabel pembelajaran harus diisi dengan lengkap. Pilih mata pelajaran, isi nama mata pelajaran lokal, nomor SK mengajar, pilih PTK, isi tanggal SK mengajar, isi jam mengajar per minggu, lalu klik tombol simpan dan tutup.


e) Anggota Rombel

Untuk pengisian anggota rombel lintas minat, ada dua pilihan, yaitu:
  1. Jika semua peserta didik mengambil lintas minat yang sama dalam 1 kelas induk (rombel reguler), maka dapat dilakukan salin anggota rombel dari kelas induk.
  2. Jika peserta didik dibebaskan untuk memilih lintas minat dalam 1 rombel, maka peserta didik dikelompokkan/ditarik satu-persatu dari rombel kelas induk.

8. Praktik

Untuk mengakomodir kegiatan pembelajaran praktik, dimana 1 pelajaran kejuruan dipecah menjadi 2 kelompok dan masing masing diampu oleh 1 orang guru. Kelompok rombel ini menggunakan Rombel regular sebagai induk. Dimana untuk 1 rombel regular induk hanya dapat dibagi menjadi 2 rombel praktik. Prasarana untuk kelompok Rombel ini dapat dirubah atau berbeda dengan rombel induk, sedangkan entitas data yang lain tetap mengacu ke rombel induk (reguler).

Ketentuan rombel praktik:
  1. Rombel praktik dapat digunakan untuk mengakomodir mapel kejuruan yang diajarkan oleh 2 orang guru dengan kelompok belajar yang berbeda.
  2. 1 rombel reguler hanya boleh dibagi menjadi maksimal 2 rombel praktik, dengan relasi semua atribut rombel kecuali prasarana, jenis rombel, rombel_id (mekanisme salin).
  3. 1 orang guru tidak boleh mengajar pada mata pelajaran yang sama pada rombel praktik dengan rombel reguler induk yang sama. Contoh asumsi pengisian rombel praktik yang salah: Mata pelajaran mesin listrik pembangkit dengan jumlah jam maksimal 8 jam. Guru a.n. Hasan mengajar teori sebanyak 2 jam di rombel XII TL 1, kemudian mengajar di rombel praktik A dan praktik B masing-masing 6 jam. Dimana peserta didik dari rombel praktik A dan praktik B berasal dari rombel induk XII TL 1.
  4. Jumlah jam mengajar mata pelajaran di rombel praktik merupakan sisa jam dari rombel reguler, yang boleh ditambahkan adalah mata pelajaran kejuruan C2 dan C3. 
  5. Agar mata pelajaran produktif tampil pada rombel praktik, maka pada rombel reguler induknya harus ditambahkan pembelajaran untuk belajar teori (secara ideal; 30% teori, dan 70% praktik)
  6. Rombel praktik tidak perlu dibuat jika guru yang mengajar mata pelajaran produktif (teori dan praktik) hanya satu orang.

a) Mapel Produktif

Mata pelajaran produktif yang terdapat di rombel praktik akan tampil jika sudah diinput jam mengajar dan mata pelajaran pada rombel reguler (induk). Contoh pengisian rombel reguler untuk mata pelajaran C3 diisi sebanyak total 30% dari jumlah jam total per minggu dapat dilihat pada gambar berikut.
Setelah memasukkan jumlah jam mengajar pada rombel reguler,
untuk menambahkan rombel praktik tahapannya adalah sebagai berikut:
1) Klik menu rombel praktik
2) Klik tombol tambah
3) Pilih rombel reguler induk
4) Pilih tombol ya untuk melanjutkan


Selanjutnya kolom isian prasarana di rombel praktik dapat diubah dan bisa berbeda dengan rombel reguler (induk) sesuai dengan kondisi di sekolah.

f) Anggota Rombel

Penentuan anggota rombel pada rombel praktik sama dengan rombel reguler, yaitu pada satu rombel praktik minimal terdapat 15 peserta didik. Sehingga jika anggota rombel induk < 20 peserta didik, hanya dapat dibuat 1 rombel praktik.


Belum ada Komentar untuk "BAB IV PROSES ENTRI - E. ROMBONGAN BELAJAR (ROMBEL)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel