Konstruksi Starter Listrik
Daftar Isi
Pertemuan Ke-2
Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan
Kelas : XI SMK Semester Genap
Gambar starter listrik jenis dorong dan sekrup elektromagnetik
Bagian-bagian starter dapat digolongkan dalam 3 bagian :
- Bagian yang menghasilkan momen putar (motor listrik)
- Bagian pinion, kopling jalan bebas dan sistem penggerak pinion
- Bagian solenoid
Motor Starter
Motor starter adalah motor seri arus searah yang mengubah tenaga listrik
menjadi tenaga mekanik
Motor seri artinya kumparan medan dihubungkan seri dengan Anker
Tenaga mekanik yang dihasilkan berupa tenaga putar dari poros anker ke roda
penerus lewat pinion.
Prinsip dasar motor seri searah
- Kumparan medan ( Field Coil )
- Kumparan Anker ( Armature Coil )
- Sikat – Sikat ( Brush )
- Komutator ( Commutator Segment )
Sifat – sifat motor seri
- Pada saat permulaan start arus yang mengalir pada motor starter besar sehingga mesin putar yang terjadi besar
- Sebaliknya jika motor sudah dapat berputar cepat maka arus yang mengalir pada motor starter akan menjadi kecil sehingga momen putar yang terjadi kecil
Motor seri putaran tidak dapat dikendalikan, mengapa ?
Arus yang mengalir pada kumparan medan sama dengan arus yang mengalir
padaanker
Menurut cara penghubungan antara pinion dengan roda penerus, motor stater
dapat digolongkan dalam beberapa jenis;
a. Starter sekerup (jenis Bendix)
- Starter jenis Bendix dengan maknet permanent
- Starter jenis Bendix dengan saklar mekanis
- Starter jenis Bendix dengan saklar elektrik
b. Starter dorong dan sekerup
- Starter dorong dan sekerup elektromagnetis
- Starter dorong dan sekerup dengan gigi reduksi
- Starter dorong dan sekerup dengan magnet permanen dan gigi reduksi
c. Starter anker dorong
d. Starter batang dorong pinion
Starter sekrup
Starter dorong dan sekrup elektromagnetis
(Starter Bendix)
Konstruksi dasar penggerak pinion starter sekrup (starter Bendix)
Konstruksi :
- Pinion melakukan gerakan menyekrup maju dan mundur pada poros berulir memenjang yang diputar oleh anker
- Pegas penahan pinion berfungsi menahan pinion sewaktu motor hidup dan starter tidak bekerja
Prinsip kerja :
- Gerakan menyekrup maju pinion untuk berhubungan dengan roda gaya diakibatkan adanya kelembamban masa / terlempar pada pinion sewaktu poros berulir memanjang mulai berputar
- Gerakan menyekrup mundur pinion untuk melepaskan hubungan dengan roda gaya diakibatkan saat motor dipercepat oleh gaya sehingga pinion menyekrup mundur
Cara kerja
Keuntungan :
- Bentuk konstruksi sederhana
- Konstruksi murah
- Tidak menggunakan solenoid
Kerugian :
- Jika motor mulai hidup pinion cepat terlepas / menyekrup mundur dari roda gaya sebelum motor berhasil hidup
- Jika start tidak berhasil menghidupkan motor maka untuk start lagi harus menunggu starter berhenti
- Timbul suara yang kers / kurng enak saat pinion mulai berhubungan dengan roda gaya














